Regulasi

Ide dan Menteri UKM, Satukan Koperasi Bentuk BUMK Perumahan

Serang, Memo

Kementerian Koperasi dan UKM mengajak koperasi yang bergerak di bidang perumahan bersatu membentuk Badan Usaha Milik Koperasi (BUMK) Perumahan. Dengan membentuk badan ini diyakini koperasi bisa mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

KOperasi yang bergerak dibidang perumahan diharapkan oleh Menteri Koperasi dan UKM untuk membentuk Badan Usaha MIlik Koperasi. Tujuannya, utnuk mempercepatk akseslapisan masyarakat tidak mampu untuk secepatnya memiliki rumah murah. “ Kalo satu-satu begini bisa bermanfaat, baik tapi prosesnya lama. Jadi kami harapkan koperasi ini bersatu membentuk BUMK Perumahan,” kata Sekretaris Kemenkop Agus Muharram di sela acara penyerahan rumah layak huni gratis kepada masyarakat berpenghasilan rendah di Serang.

Agus mengatakan koperasi nantinya bisa secara swadaya menghimpun dana melalui BUMK Perumahan yang dibentuk, baik yang berasal dari anggota koperasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) baik dari perusahaan swasta maupun PKBL, serta melalui bantuan pemerintah. “Yang mengelola koperasi (BUMK) ditangani secara manajemen modern. Banyak koperasi yang membangun rumah cuma belum bersatu. Mari bersatu membentuk BUMK perumahan se Indonesia,” lanjut Agus.

Menurut Agus, pembangunan koperasi melalui jalur koperasi ini sangat penting artinya, karena sifat koperasi yang non profit, mengedepankan kepentingan kesejahteraan anggota dengan cara bekerja gotong royong akan dapat mendorong bagi terwujudnya konsep hunian yang lebih manusiawi.

Penyediaan rumah layak huni gratis ini sebagai bagian dari kegiatan sosial sekaligus sebagai bentuk kepedulian Kopsyah BMI untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, tidak berpendapatan tetap dan kurang beruntung secara ekonomi. “Sudah 2 kita bangun untuk non anggota dan 4 lagi untuk non anggota. Ini sebagai bentuk kepedulian kita untuk kemaslahatan bersama,” ujar Presiden Direktur Kopsyah BMI Kumarudin Batubara.

Koperasi yang memiliki lebih dari 130 ribu anggota se-Banten dan 562 orang karyawan ini telah menyediakan dana Rp 3,7 miliar untuk kegiatan sosial, diantaranya penyediaan rumah layak huni gratis, program pembiayaan sanitasi dan air bersih, serta usaha mikro tanpa agunan sebesar Rp 55-60 miliar. “Saya yakin kalau koperasi dikelola secara benar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” tukas dia. ( red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top